Dikau
Mengapa aku harus menjadi orang lain………….
Menjadi orang lain yang bahkan aku sendiri
tidak kenal siapa sebenarnya diriku ini
Kau bertkata ini salah
Itu salahh
Semua salah
Sesak hati ini kau buat
Aku menangis
Kesal
Karena perkataanmu yang menusuk
tepat
pada titik ketidakberdayaanku
Terlebih saat kau umbar hal itu didepan netizen
Dan
membandingkan hal itu dengan kesempurnaan orang lain
Yang saat itu mustahil aku miliki…………………
Aku pun mulai hilang arah…….
Membangkang…………
Menentang semua ajaran moral sehat yang kau
ajarkan………
Karena dendam yang entah aku tidak tahu mengapa
terpendam dalam benakku….
…………….
Akupun tenggelam dalam kesesatan
Hingga akhirnya
Tersiratlah kata-kata yang mengharapkan seburuk-buruk hal terjadi padamu
……………………….
……………………………………………
tunggu .....
ini bukan diriku...
mengapa aku bisa menjadi seperti ini.......
seolah - olah ada orang lain yang mengambil kontrol atas fikiranku ...
Akupun terguncang…….
Terdiam
….
Mengapa aku-mengucapkan ini…………..
Seharusnya kau adalah pencerah hidupku….
……………….
Mengapa hari demi hari aku semakin membencimu………
Ku renenungi dari malam-ke malam perkataanmu…..
……………….
Di sela-sela tangisku…….
Terdengar seruan dalam hatiku……
Pergi……!!!!
Tinggalkan mereka……..!!!
Buktikan kalau kamu bukan budak yang bebas
mereka perintah……….!!
Buktikan kalau kamu bisa membungkam penindasan
mereka terhadapmu………!!
Buktikaaaann !!!
………….
……………….
………………………
Aku berfikir
……………..seakan ini jalan satu-satunya untuk ku
Aku tahuu……….
Kapan aku harus pergi meninggalkanmu
…………………………………………
…………………………….
…………………………………….
……………………..
Di tempat ini
Jauh dari pengawasanmu
Aku bebasss !!!!
Aku tidak perlu mengikuti omong kosongmu lagi
Tidak perlu terikat oleh apa yang kau ajarkan
Aku adalah manusia dewasa…….
Sanggup berfikir……..tanpa arahan penuh emosimu
……
Aku bisa hidup tanpamu…………
………………………..
…………………………..
…………………………………………………………..
Dikau…
Mengapa aku harus menjadi orang lain………….
Di saat ujung penentanganku
Tanpa ku tahu
…………………………………….
Saat itu
………………………………………..
"aku
meniru dirimu"
……………………….
……………………..
Aku menangis…………………..
……………………….oh tuhan …………………..
Betapa baiknya kau terhadap ku
Terhadap jiwa yang penuh dengan
kemunafikan ini
Di saat aku mengetahui kebenaran tentang dikau
Aku mencoba mencari jalan kotor
Karena buta akan emosi
Aku tahu
Itu sepenuhnya kesalahanku
Dan aku sadar bahwa aku hanya seenggok daging
yang memberontak
Maafkan aku
……………………………………………
Wahai sang pengarah
yang sejatinya tak mengenal rasa lelah ………………
……………………………….
Aku rindu
Aku ingin memelukmu erat
Setelah sadar betapa pentingnya peranmu dalam
hidupku
Ingin rasanya aku sujud didepanmu
Jikalau bukan karena tuhan melarang manusia sujud selain kepadanya
Wahai sang pengarah
Maafkan aku …………
………………..
cipt. Rezh1

0 Comments:
Post a Comment